Blog Archives

Kesalahan yang Menimpa Sebagian Suami: Tidak Memperhatikan Pengajaran Agama kepada Istri

Diantara kesalahan yang menimpa sebagian suami adalah: Tidak memberikan ta’lim (pengajaran) agama dan hukum-hukum syari’at kepada istri.

 

Maka dijumpai adanya istri yang tidak tahu bagaimana cara shalat yang benar.

Dan diantara mereka ada yang tidak tahu hukum-hukum haid dan nifas.

Diantara mereka ada yang tidak tahu bagaimana bergaul dengan suaminya yang sesuai syari’at.

Atau bagaimana cara mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang islami.

Bahkan terkadang sebagian mereka ada yang jatuh dalam kesyirikan, kita berlindung kepada Allah dari yang demikian, dalam keadaan mereka tidak menyadari, seperti bernazar kepada selain Allah, sihir dan mendatangi dukun. Read the rest of this entry

Daurah Keluarga Sakinah: “Bagaimana Membangun Rumah Tangga Surgawi?” Bersama Al-Ustadz Sufyan bin Fuad Basweidan, MA. (Bandung, 9 Juli 2012)

HADIRILAH DAUROH KELUARGA SAKINAH

GRATIS! Terbuka untuk Umum (Ikhwan-Akhwat)

Tema:
.:: BAGAIMANA MEMBANGUN RUMAH TANGGA SURGAWI? ::.

Pemateri:
AL-USTADZ SUFYAN BIN FUAD BASWEIDAN, MA.
Mahasiswa Doktoral Jurusan Hadits Universitas Islam Madinah

Senin, 9 Juli 2012, Jam 16.00 – 18.00 WIB

@ Masjid Raya Cipaganti, Jl. Raya Cipaganti, Bandung

Cp: 0817 400 989

Ajak serta keluarga & rekan Anda!

Penyelenggara:
Lajnah Akhwat YAYASAN IHYA’U AL-SUNNAH Bandung

Didukung oleh:
Radio Rodja Bandung 1476 am

Sakit yang Harus Diberitahukan kepada Calon Suami

Sebenanya aturan ini berlaku baik bagi laki-laki maupun wanita. Setiap insan yang sedang meminang atau dipinang calon pasangan hidupnya. Pada proses ini masing-masing akan menyampaikan semua informasi yang dibutuhkan. Termasuk diantaranya, kondisi kesehatan yang sedang dialaminya.

Nah.. bagaimanakah batasan sakit yang wajib dinformasikan oleh masing-masing pihak, agar tidak dianggap telah mengelabuhi calon pasangan hidupnya? Mari kita simak uraian berikut:

Sebuah pertanyaan dilayangkan kepada seorang ulama Aljazair, Syaikh Muhamad Ali farkus;

Saya memiliki saudara perempuan yang saat ini sedang dikhitbah oleh seseorang. Sementara dulu saudari saya ini pernah sakit. Dokter menyampaikan bahwa dia boleh menikah, hanya saja dia tidak bisa sembuh sempurna dari penyakitnya. Terkadang sakitnya itu kembali kambuh sejak masa pertumbuhannya. Apakah dia wajib mengabarkan kepada calon suaminya?
Read the rest of this entry

%d bloggers like this: