Blog Archives

hati mana yang tidak pernah bersedih….. [jeda rodja]

Klik Player di bawah ini untuk mendengarkan audionya.. Semoga bermanfaat, untukmu, yang sedang dirundung kesedihan karena musibah..

Link download: klik disini

Advertisements

Daurah Keluarga Sakinah: “Bagaimana Membangun Rumah Tangga Surgawi?” Bersama Al-Ustadz Sufyan bin Fuad Basweidan, MA. (Bandung, 9 Juli 2012)

HADIRILAH DAUROH KELUARGA SAKINAH

GRATIS! Terbuka untuk Umum (Ikhwan-Akhwat)

Tema:
.:: BAGAIMANA MEMBANGUN RUMAH TANGGA SURGAWI? ::.

Pemateri:
AL-USTADZ SUFYAN BIN FUAD BASWEIDAN, MA.
Mahasiswa Doktoral Jurusan Hadits Universitas Islam Madinah

Senin, 9 Juli 2012, Jam 16.00 – 18.00 WIB

@ Masjid Raya Cipaganti, Jl. Raya Cipaganti, Bandung

Cp: 0817 400 989

Ajak serta keluarga & rekan Anda!

Penyelenggara:
Lajnah Akhwat YAYASAN IHYA’U AL-SUNNAH Bandung

Didukung oleh:
Radio Rodja Bandung 1476 am

Koleksi Audio & Video Jeda Radio Rodja

Berikut ini kami hadirkan audio-audio dan video-video singkat akan tetapi berisi padat akan hikmah yang insya Allah bermanfaat.

Audio berikut ini merupakan audio dan video yg dikeluarkan oleh Radio Rodja 756AM / www.radiorodja.com/live-streaming dan RodjaTV, selamat mendownload.

 
Download Audio Jeda Radio Rodja Read the rest of this entry

Nasihat Kepada Ikhwan dan Akhwat : Kehormatanmu, Wahai Saudaraku … (Internet, HP, dan Pandangan Mata)

Kehormatanmu, Wahai Saudaraku … (Internet, HP, dan Pandangan Mata)

Penyimpangan penggunaan alat telekomunikasi (telepon atau HP)

Tidaklah menjadi rahasia lagi bagi setiap muslim bahwa segala kenikmatan –yang dilimpahkan Allah Ta’ala kepada kita– tidak terhitung jumlahnya. Di antara nikmat-nikmat tersebut adalah ketersediaan alat komunikasi. Allah Ta’ala yang memudahkannya untuk kita, dengan segala kemurahan dan kemuliaan-Nya. Seorang muslim yang cerdas tidak akan salah menyikapi nikmat-nikmat yang telah Allah berikan. Allah Maha Mengetahui, siapa saja hamba yang bersyukur di antara sekian banyak hamba yang kufur (ingkar). Read the rest of this entry

Wanita Karir, Sadarlah!

Pemandangan yang kita lihat pada pagi hari, para wanita dengan pakaian rapi pergi menenteng tas untuk menuju ke tempat kerja mereka masing-masing, sudah tidak asing lagi di segenap penjuru negri ini. “Wanita karier” itulah istilah yang mereka sandang. Kayaknya hal ini adalah sesuatu yang sangat lazim dan wajar sehingga tidak perlu dibahas dan dipermasalahkan, namun betapa banyak sebuah kewajaran ini hanya jalaran songko kulino (jawa: karena itulah kebiasaan yang ada). Padahal banyak sesuatu yang dianggap biasa oleh masyarakat sebenarnya adalah sesuatu yang jelas-jelas diharamkan. Ambil misal membuka rambut bagi wanita di luar rumah di sebagian daerah adalah sesuatu yang sangat wajar, padahal juga sangat  jelas haramnya. Benarlah Alloh Ta’ala tatkala berfirman (yang artinya): Read the rest of this entry

Juga Untukmu Wahai Para Istri…

Nasehat Untuk Para Istri

nasihati lin-nisa

disusun oleh:

Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

.

A. PENGANTAR

Terasa tidak adil kalau ada sebuah ketidak harmonisan dalam sebuah rumah tangga lalu kita limpahkan tanggung jawab pada salah satunya saja, karena harus diakui minimalnya suami maupun istri punya andil didalamnya.

Kisah yang saya sebutkan diawal pembahasan pada edisi lalu tentang para ibu-ibu yang memakan daging suami mereka sendiri dalam suasana obrolan mereka dengan lainnya tidak mesti hanya kesalahan suami mereka, bahkan sangat mungkin si suami sudah berbuat yang benar namun si istri lah yang tidak pernah mengerti dan memahami.

Maka pada edisi ini saya tujukan untaian nasehat ini kepada para istri, semoga semuanya bisa menjalankan apa seharusnya dia kerjakan, sehingga yang lainnya akan mendapatkan apa yang seharusnya di dapatkan. Read the rest of this entry

Wahai Para Suami! Apakah Kau Kira Istrimu Lebih Baik daripada Istri-Istri Nabi?

Untukmu Wahai Para Suami

Aku mencintaimu karena الله

disusun oleh:

Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

.

I. PENGANTAR

Kalau selama ini kehidupan rumah tangga dinamakan dengan sebuah bahtera itu mungkin ada benarnya, karena dalam sebuah keluarga tidak akan ada yang selamat dari adanya riak-riak kecil gelombang lautan yang dihembuskan angin sepoi-sepoi sampai adanya sebuah badai yang dasyat. Bersatunya dua insan yang punya karakteristik, latar belakang, pendidikan, mental dan lainya yang mungkin serba berbeda akan banyak menimbulkan banyak gesekan. Dari sinilah maka sebuah pertengkaran kecil, perseteruan unik dalam keluarga sudah dianggap sebagai bumbu pelengkap kelezatan hidup dalam kebersamaan.
Read the rest of this entry

Wahai Penuntut Ilmu, Jangan Remehkan Faidah!

.:: A. Muqaddimah ::.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya (2699) sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”.

Al-Hafizh Ibnu Rajab berkata: “Menempuh jalan menuntut ilmu memiliki dua makna:

  • Pertama: Secara hakekat, yaitu melangkahkan kaki untuk menghadiri majlis ilmu
  • Kedua: Lebih luas, yaitu menempuh berbagai cara yang mengantarkan menuju ilmu seperti menulis, menghafal, mempelajari, mengulangi, memahami dan lain sebagainya.[1]

Di antara cara menimba ilmu yang sangat bermanfaat sekali adalah menghimpun fawaid (faedah) yang kita dengar, lihat, baca dan sebagainya. [selanjutnya…]

Renungan: Mengapa Hati Kita Masih Kering Ketika Membaca Al-Qur’an?

Oleh: Abu Muhammad Al-’Ashri

Pengantar

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد

Pembaca mulia – إني أحبكم في الله -, ide yang muncul ketika penulis susun risalah ini adalah keinginan untuk menyampaikan suatu nasehat untuk diri penulis sendiri, sebagai catatan harian penulis setelah merasa hati ini tetap kering ketika membaca Al-Qur’an meskipun sudah berusaha mempelajari bahasa Arab untuk memahaminya. Namun, semakin banyak penulis coba melakukan rihlah ilmiah untuk mencari nasehat-nasehat salafusshalih di kitab-kitab mereka, semakin terasa pula bahwa sebab kekeringan itu adalah kotornya hati ini. Setelah berlalunya waktu, penulis coba postkan catatan ini di room bahasa Arab online ini dengan harapan agar para pembaca dapat ikut merenungi pesan para salafusshalih tersebut. Mudah-mudahan ini termasuk bentuk pengamalan sabda Nabi bahwa الدين النصيحة “Agama adalah nasehat”. [selanjutnya..]

Bisakah Sukses Kuliah Sambil ‘Ngaji’ (Belajar Agama)?

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Kegiatan kuliah terasa amat menyibukkan. Sibuk dengan berbagai tugas, harus buat presentasi, menyusun laporan praktikum dan lebih sibuk lagi jika sudah menginjak semester-semester akhir. Apakah mungkin kesibukan ini bisa dibarengi dengan menuntut ilmu agama? Jawabannya, mungkin sekali. Segala kemudahan itu datang dari Allah. Maka bisa saja seorang engineer menjadi pakar fiqih. Bisa jadi pula seorang ekonom menjadi pakar hadits. Atau seorang ahli biologi menjadi hafizh Al Qur’an. Semua itu bisa terwujud karena anugerah dan kemudahan dari Allah. Baca selengkapnya..

%d bloggers like this: