Blog Archives

Ketika Sang Buah Hati Beranjak Dewasa

Penulis: Ummu Asma
Murajaah: Ust. Aris Munandar

Bahagia dan suka cita terasa lengkap ketika sosok mungil lahir ke dunia. Tetesan air mata bahagia kadang tak kuasa tertahan, mengingat perjuangan berat yang dialui untuk mengantarkannya ke pangkuan. Setelah menanti begitu lama, akhirnya kebahagiaan sebagai orang tua seolah telah begitu sempurna. Anak merupakan anugerah sekaligus titipan dari Allah kepada orang tua. Banyak orang mengusahakan berbagai cara untuk mendapatkan anak. Anak adalah sumber kebahagiaan, sebagai tempat mencurahkan kasih sayang dan tambatan hati di masa tua.

Hari demi hari, sosok mungil yang ada dulu berada dalam buaian itu, akan tumbuh menjadi sosok yang lincah dan mulai muncul dalam hati mereka perhatian terhadap penampilan dirinya dan lawan jenisnya. Tumbuh dalam diri mereka rasa suka atau syahwat yang disebut dengan masa pubertas sehingga saat itu segala perbuatan mereka akan dimintai pertanggungjawaban. Read the rest of this entry

Advertisements

Peran Kita Terhadap Pendidikan Mereka, Anak-Anak TPA

Cerita Seorang Anak TPA

[Sebuah Artikel dari http://athirahm.wordpress.com]

Suatu hari, orang tua saya berkata bahwa saya dan adik saya akan berpindah tempat belajar mengaji. Biasanya, kami belajar mengaji di masjid dekat rumah. Pada umumnya, anak-anak seusia kami juga belajar mengaji di sana, dengan metode yang lazim dipakai saat itu, yaitu mengenal huruf hijaiyyahlalu belajar membaca juz’ amma.

Bapak dan Mama mendapat kabar bahwa ada seorang guru mengaji di sekitar rumah kami. Kata orang-orang, cara mengajarnya bagus. Bapak dan Mama pun tertarik untuk mengantarkan saya dan Adik ke sana.

Terbukti! Memang cara mengajar ustazah tersebut bagus sekali, subhanallah. Pelajaran pertama, membaca jilid 1 buku Iqra’. Setelah lulus dari jilid 1, berlanjut ke jilid selanjutnya. Intip selengkapnya…

TPA = Taman Penghafalan Al-Quran, Sebuah Upaya Memberdayakan TPA

Akhir-akhir ini saya sedang tertarik dengan masalah pemberdayaan TPA yang sunnah. Saya berpikir kita bisa mengambil peran disini. Siapa lagi kalau bukan kita? Sadarilah anak-anak itu aset berharga bagi kita dalam ruang lingkup dakwah. Merekalah yang akan menjadi pejuang-pejuang agama Allah di masa depan. Untuk itulah peran para pendidik selagi mereka masih kecil sangatlah besar karena apa yang mereka dapat di waktu kecil akan menancap kuat tertanam pada hatinya hingga mereka dewasa kelak. Maka di sini saya hadirkan beberapa artikel tentang “TPA” terkait hal ini. Selamat membaca.

————————-

Artikel dari serambimadinah.com Oleh: Anas Burhanuddin, Lc., M.A.

.
Dalam sebuah kunjungan ke sebuah pesantren tahfizh untuk anak-anak di Indonesia, seorang dosen Universitas Islam Madinah menangis. Ia tidak tega melihat anak-anak usia 6-12 tahun yang harus berpisah dan tinggal jauh dari kedua orangtuanya. Menurut teori pendidikan yang ia pelajari, anak-anak seusia mereka semestinya tidak dipisahkan dari kasih sayang ayah ibunda mereka. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: