Blog Archives

Menunda menikah karena ingin hafalkan al-qur’an ?

OLYMPUS DIGITAL CAMERAAssalamu’alaikum. Ustadz, saya ingin sekali menikah tapi saya takut kalau sudah menikah hafalan al-Qur’an saya jadi ndak selesai. Karena akan disibukkan urusan rumah tangga. Dan apa salah apabila menunda pernikahan karena hanya ingin menikah dengan ikhwan salaf yang hafizh juga?

(Ukhti, bumi Allah)

 

Jawab: Read the rest of this entry

Tanggung Jawab Wanita Sebagai Istri dan Ibu

flower-holland-netherlands-rf

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ’anhuma, dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam beliau bersabda:

وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا

“Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan dia bertanggung jawab atas apa yang ia pimpin.”(Muttafaqun ‘alaih)

 

Tidak diragukan lagi bahwa wanita memikul tanggung jawab besar di rumah suaminya. Tanggung jawab ini jauh lebih besar dari sekedar memberikan pelayanan kepada suami, memberi makan anak-anak dan mengurus rumah. Tanggung jawab ini lebih berupa peran dirinya sebagai faktor kesuksesan suami dalam hidupnya, mencari keridhaan Allah subhanahu wata’ala dan mendidik anak-anak dengan baik serta mengontrol akhlak mereka. Ini menuntut seorang wanita untuk memahami jauhnya tanggung jawab yang ia pikul dan membekali diri secukupnya serta mengenal kewajiban apa yang mesti ia tunaikan terhadap anggota keluarga yang akan ditanyakan Allah subhanahu wata’alakepadanya. Read the rest of this entry

KARAKTERISTIK ISTRI SHALIHAH…

 

istri-salihah

Sesungguhnya banyak sifat-sifat yang merupakan ciri-ciri seorang istri sholihah. Semakin banyak sifat-sifat tersebut pada diri seorang wanita maka nilai kesholehannya semakin tinggi, akan tetapi demikian juga sebaliknya jika semakin sedikit maka semakin rendah pula nilai kesholehannya. Sebagian Sifat-sifat tersebut dengan tegas dijelaskan oleh Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sebagiannya lagi sesuai dengan penilaian ‘urf (adat). Karena pasangan suami istri diperintahkan untuk saling mempergauli dengan baik sesuai dengan urf. Read the rest of this entry

Kesalahan yang Menimpa Sebagian Suami: Tidak Memperhatikan Pengajaran Agama kepada Istri

Diantara kesalahan yang menimpa sebagian suami adalah: Tidak memberikan ta’lim (pengajaran) agama dan hukum-hukum syari’at kepada istri.

 

Maka dijumpai adanya istri yang tidak tahu bagaimana cara shalat yang benar.

Dan diantara mereka ada yang tidak tahu hukum-hukum haid dan nifas.

Diantara mereka ada yang tidak tahu bagaimana bergaul dengan suaminya yang sesuai syari’at.

Atau bagaimana cara mendidik anak-anaknya dengan pendidikan yang islami.

Bahkan terkadang sebagian mereka ada yang jatuh dalam kesyirikan, kita berlindung kepada Allah dari yang demikian, dalam keadaan mereka tidak menyadari, seperti bernazar kepada selain Allah, sihir dan mendatangi dukun. Read the rest of this entry

Teruntuk bapak dan ibuku dengarkanlah ungkapan hati putrimu


Bapak dan ibu yang ananda sayangi, semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua kepada apa – apa yang Allah cintai dan ridhai. Ananda sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu yang telah membesarkan ananda dengan jerih payah dan pengorbanan, dengan kelembutan dan kasih sayang, semoga Allah membalas kebaikan bapak dan ibu dengan ganjaran yang besar, dan semoga ananda menjadi anak yang shalihah yang bermanfaat untuk bapak dan ibu, sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“ Jika mati seorang manusia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara :

  1. Shadaqah Jariyah
  2. Ilmu yang bermanfaat
  3. Anak yang shalih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim)

Read the rest of this entry

Izinkan Aku Menikah..

Oleh : al Akh Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Diantara problem yang banyak dialami wanita adalah ketika orangtuanya atau walinya tidak setuju dia untuk segera menikah atau tidak setuju kepada calon shaleh yang hendak melamarnya. Sehingga tak sedikit banyak dari wanita yang memasuki usia terlambat atau susah untuk menikah.

Di bawah ini ada beberapa hal perlu diperhatikan dalan masalah ini.

Pertama : Khusnudzan (berbaik sangka) kepada orang tua.

Insya Allah semua orang tua menginginkan kebaikkan untuk anak-anaknya, mungkin bisa dikatakan tidak ada orang tua yang tidak menginginkan hal tersebut. Akan tetapi latar belakang pendidikanlah yang membedakan sikap orang tua dari masing-masing anak, sehingga setiap orang tua mempunyai konsep yang berbeda-beda tentang hakekat kebahagiaan untuk anak-anaknya. Dari sinilah jika orang tua tersebut jauh dari ilmu dien (agama) maka sangat besar sekali konsep kebahagian menurutnya justru sebuah perkara yang dinilai oleh agama sebagai perkara yang menyengsarakan anaknya di dunia maupun di akhirat. Dalam semua hal termasuk dalam urusan menikah. Contohnya mungkin menurut sebagian orang tua yang jauh dari nilai agama, maka bagi mereka sebuah kebahagian atau kesuksesan adalah ketika anaknya atau putrinya mencapai gelar tertentu dalam bidang pendidikan seperti sarjana misalnya. Maka sebagian orang tua tidak menganjurkan anaknya untuk segera menikah sebelum menyelesaikan kuliahnya atau bahkan melarang mereka untuk segera menikah. Dan tak sedikit akibat hal ini banyak dari putera dan puteri kaum muslimin malah terjatuh kepada perkara yang membahayakan mereka dari pergaulan bebas di kampus misalnya. Read the rest of this entry

Daurah Keluarga Sakinah: “Bagaimana Membangun Rumah Tangga Surgawi?” Bersama Al-Ustadz Sufyan bin Fuad Basweidan, MA. (Bandung, 9 Juli 2012)

HADIRILAH DAUROH KELUARGA SAKINAH

GRATIS! Terbuka untuk Umum (Ikhwan-Akhwat)

Tema:
.:: BAGAIMANA MEMBANGUN RUMAH TANGGA SURGAWI? ::.

Pemateri:
AL-USTADZ SUFYAN BIN FUAD BASWEIDAN, MA.
Mahasiswa Doktoral Jurusan Hadits Universitas Islam Madinah

Senin, 9 Juli 2012, Jam 16.00 – 18.00 WIB

@ Masjid Raya Cipaganti, Jl. Raya Cipaganti, Bandung

Cp: 0817 400 989

Ajak serta keluarga & rekan Anda!

Penyelenggara:
Lajnah Akhwat YAYASAN IHYA’U AL-SUNNAH Bandung

Didukung oleh:
Radio Rodja Bandung 1476 am

Nasihat Kepada Ikhwan dan Akhwat : Kehormatanmu, Wahai Saudaraku … (Internet, HP, dan Pandangan Mata)

Kehormatanmu, Wahai Saudaraku … (Internet, HP, dan Pandangan Mata)

Penyimpangan penggunaan alat telekomunikasi (telepon atau HP)

Tidaklah menjadi rahasia lagi bagi setiap muslim bahwa segala kenikmatan –yang dilimpahkan Allah Ta’ala kepada kita– tidak terhitung jumlahnya. Di antara nikmat-nikmat tersebut adalah ketersediaan alat komunikasi. Allah Ta’ala yang memudahkannya untuk kita, dengan segala kemurahan dan kemuliaan-Nya. Seorang muslim yang cerdas tidak akan salah menyikapi nikmat-nikmat yang telah Allah berikan. Allah Maha Mengetahui, siapa saja hamba yang bersyukur di antara sekian banyak hamba yang kufur (ingkar). Read the rest of this entry

Wahai Penuntut Ilmu, Jangan Remehkan Faidah!

.:: A. Muqaddimah ::.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya (2699) sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”.

Al-Hafizh Ibnu Rajab berkata: “Menempuh jalan menuntut ilmu memiliki dua makna:

  • Pertama: Secara hakekat, yaitu melangkahkan kaki untuk menghadiri majlis ilmu
  • Kedua: Lebih luas, yaitu menempuh berbagai cara yang mengantarkan menuju ilmu seperti menulis, menghafal, mempelajari, mengulangi, memahami dan lain sebagainya.[1]

Di antara cara menimba ilmu yang sangat bermanfaat sekali adalah menghimpun fawaid (faedah) yang kita dengar, lihat, baca dan sebagainya. [selanjutnya…]

Pentingnya Ilmu Dalam Pernikahan

Penulis: Ida & Ummu Ishaq Zulfa Husein

Pernikahan adalah hal yang fitrah….. didambakan oleh setiap orang yang normal, baik itu laki-laki maupun perempuan yang sudah baligh. Dan disyariatkan oleh Islam, sebagai amalan sunnah bagi yang melaksanakannya.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala menciptakan manusia dengan rasa saling tertarik kepada lawan jenis dan saling membutuhkan, sehingga dengan itu saling mengasihi dan mencintai untuk mendapatkan ketenangan dan keturunan dalam kehidupannya. Bahkan pernikahan adalah merupakan rangkaian ibadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang di dalamnya banyak terdapat keutamaan dan pahala besar yang diraih oleh pasangan tersebut. Baca selanjutnya…

%d bloggers like this: