Blog Archives

Antara Penuntut Ilmu dan Pecandu Internet

Seorang penuntut ilmu, pertama sekali dia memperhatikan perbaikan dirinya sendiri dan senantiasa bersikap lurus, karena dia adalah teladan, baik dalam akhlaqnya maupun sikapnya.

Seorang penuntut ilmu, sangat bersemangat untuk meraih suatu kemanfaatan, bermajelis dengan para pemilik ilmu, pemilik keutamaan dan sifat wara’.

Seorang penuntut ilmu, senantiasa membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat, menjaga waktunya (dari hal-hal yang tidak berguna), hingga engkau tidak melihatnya kecuali selalu mengambil manfaat, berpaling dari perkara yang sia-sia dan menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat saja. Read the rest of this entry

Advertisements

Apa Hukum Menggunakan Emoticon, Smiley, atau Ekspresi Wajah di YM?

Tanya: Assalamu’alaikum. Ustadz,bagaimanakah hukum smiley seperti yang ada di YM? Apakah smiley termasuk gambar yang menyerupai makhluk hidup? Jazakallahu khoiran. (Ikhsan Jaya)

Jawab:

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.

Menurut pendapat yang kuat bahwa menggambar mahluk bernyawa dengan menghilangkan sebagian anggota badan, yang orang tidak mungkin hidup tanpanya (seperti menghilangkan dada, perut), dengan tetap menyisakan kepalanya termasuk di dalam larangan menggambar mahluk bernyawa.

Ini adalah pendapat sebagian Syafi’iyyah (Lihat Nihayatul Muhtaj 6/375, Asna Al-mathalib wa Hasyiyatuhu 3/226), dan pendapat sebagian Hanabilah zaman sekarang (Lihat Fatawa wa Rasail Syeikh Muhammad bin Ibrahim 1/189-190)

Baca selanjutnya…

‘Afwan Akhii, Kau Saudaraku Tapi Bukan Mahramku…

Kutipan dari Blog Saudari Muslimah

Pengantar

Banyak di antara muslimah yang beranggapan bahwa akan sangat sulit memperoleh faidah ilmu jika tidak memanfaatkan facebook. Mereka beranggapan bahwa meng-add lawan jenis merupakan salah satu solusi. Maka, kami bertanya, Apakah Anda murni benar-benar akan mendapatkan faidah dari lawan jenis Anda? Apakah kawan-kawan Anda, para muslimah yang lain, atau ustadzah, atau ustadz yang banyak memberikan materi kajian belum cukup bagi Anda sehingga meng-add para ikhwan menjadi keharusan bagi Anda?

Berikut kami kutipkan artikel karya muslimah sendiri, patut menjadi renungan baik bagi muslim maupun muslimah. Baca selanjutnya…

Akhi… Apa Susahnya Kau Hapus Akhwat dari Friendlist Facebookmu? (nasehat untuk ikhwan maupun akhwat)

[Renungan untuk Ikhwan-Akhwat Pengguna Facebook: bagian I]

 

Penyusun: Abu Muhammad Al-Ashri

Muraja’ah dan koreksi ulang: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar


Akhi…

Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salafi, niscaya kita dapati akhlak, adab, dan ketegasan mereka yang menakjubkan. ‘Kan kita jumpai pula indahnya penjagaan diri mereka dari aib dan maksiat. Merekalah orang-orang yang paling bersegera menjauhi maksiat. Bahkan, sangat menjauh dari sarana dan sebab-sebab yang mendorong kepada perbuatan maksiat.

Baca selanjutnya…

Bincang-Bincang Tentang Hukum Facebook


Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Belakangan  ini di antara kita pernah mendengar mengenai fatwa haramnya Facebook, sebuah layanan pertemanan di dunia maya yang hampir serupa dengan Friendster dan layanan pertemanan lainnya. Banyak yang bingung dalam menyikapi fatwa semacam ini. Namun, bagi orang yang diberi anugerah ilmu oleh Allah tentu tidak akan bingung dalam menyikapi fatwa tersebut.

Dalam tulisan yang singkat ini, dengan izin dan pertolongan Allah kami akan membahas tema yang cukup menarik ini, yang sempat membuat sebagian orang kaget. Tetapi sebelumnya, ada beberapa preface yang akan kami kemukakan.Semoga Allah memudahkannya.

Baca selanjutnya…

MP3: “Tidak Boleh Melakukan Pertemanan Dengan Lawan Jenis [Bukan Mahrom] di Facebook!”

Pengantar

Ini adalah fatwa dari Asy-Syaikh Dr. Sulaiman Ar-Ruhaili ~Hafidzahullaahu ta’ala~ (Ulama’ Saudi ‘Arabiyyah) ketika ditanya oleh pendengar radio Rodja pada saat sesi tanya jawab, yang kemudian diterjemahkan oleh al-Ustadz Abu Yahya Badrussalam ~Hafidzahullaahu ta’ala~. 

Berikut transkip terjemahannya Read the rest of this entry

Mari Mencermati Kembali Hukum Asal Facebook

FB sendiri, sebagaimana situs jejaring sosial dan media internet lainnya, adalah seperti pedang bermata dua. Sebagaimana dikatakan oleh mantan Ketua Lajnah Fatwa al-Azhar asy-Syarîf, Syaikh ‘Abdul Hamîd al-Athrasy :

لم أحرم الفيس بوك، وإنما كل الذي قلت به إن الإنترنت والتلفاز هما سلاح ذو حدين، شأنه شأن سكين المطبخ الذي يمكن استخدامه في منفعة أو استخدامه في إيذاء النفس والغير

“Saya tidak mengharamkan Facebook. Namun semua yang pernah kuucapkan adalah, sesungguhnya internet dan televisi, keduanya itu bagai pedang bermata dua. Sama seperti pisau dapur yang bisa dipergunakan sesuai dengan kegunaannya atau malah digunakan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.” (islamonline.net)

Baca selanjutnya…

%d bloggers like this: