Dauroh Bahasa Arab Dasar 1 Udrussunnah Bandung (2-24 Februari 2013)

badar bandung 2013

Advertisements

Kajian Islam Ilmiah: “Keluarga Idaman Buah dari Ketaqwaan”, oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc (Bandung, 6 Januari 2013)

Read the rest of this entry

Daurah Ilmiah Islamiah: “Perhiasan Indah Yang Tak Mungkin Tergantikan”, oleh Al Ustadz Afifi Abdul Wadud (Bandung, 23 Desember 2012)

560689_4050758396440_1805596112_n
Read the rest of this entry

Teruntuk bapak dan ibuku dengarkanlah ungkapan hati putrimu


Bapak dan ibu yang ananda sayangi, semoga Allah memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua kepada apa – apa yang Allah cintai dan ridhai. Ananda sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu yang telah membesarkan ananda dengan jerih payah dan pengorbanan, dengan kelembutan dan kasih sayang, semoga Allah membalas kebaikan bapak dan ibu dengan ganjaran yang besar, dan semoga ananda menjadi anak yang shalihah yang bermanfaat untuk bapak dan ibu, sebagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“ Jika mati seorang manusia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara :

  1. Shadaqah Jariyah
  2. Ilmu yang bermanfaat
  3. Anak yang shalih yang mendoakan kedua orang tuanya.” (HR. Muslim)

Read the rest of this entry

Izinkan Aku Menikah..

Oleh : al Akh Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Diantara problem yang banyak dialami wanita adalah ketika orangtuanya atau walinya tidak setuju dia untuk segera menikah atau tidak setuju kepada calon shaleh yang hendak melamarnya. Sehingga tak sedikit banyak dari wanita yang memasuki usia terlambat atau susah untuk menikah.

Di bawah ini ada beberapa hal perlu diperhatikan dalan masalah ini.

Pertama : Khusnudzan (berbaik sangka) kepada orang tua.

Insya Allah semua orang tua menginginkan kebaikkan untuk anak-anaknya, mungkin bisa dikatakan tidak ada orang tua yang tidak menginginkan hal tersebut. Akan tetapi latar belakang pendidikanlah yang membedakan sikap orang tua dari masing-masing anak, sehingga setiap orang tua mempunyai konsep yang berbeda-beda tentang hakekat kebahagiaan untuk anak-anaknya. Dari sinilah jika orang tua tersebut jauh dari ilmu dien (agama) maka sangat besar sekali konsep kebahagian menurutnya justru sebuah perkara yang dinilai oleh agama sebagai perkara yang menyengsarakan anaknya di dunia maupun di akhirat. Dalam semua hal termasuk dalam urusan menikah. Contohnya mungkin menurut sebagian orang tua yang jauh dari nilai agama, maka bagi mereka sebuah kebahagian atau kesuksesan adalah ketika anaknya atau putrinya mencapai gelar tertentu dalam bidang pendidikan seperti sarjana misalnya. Maka sebagian orang tua tidak menganjurkan anaknya untuk segera menikah sebelum menyelesaikan kuliahnya atau bahkan melarang mereka untuk segera menikah. Dan tak sedikit akibat hal ini banyak dari putera dan puteri kaum muslimin malah terjatuh kepada perkara yang membahayakan mereka dari pergaulan bebas di kampus misalnya. Read the rest of this entry

Daurah Ilmiah Islamiah: PERHIASAN BERHARGA BAGI PECINTA ILMU AGAMA, oleh Al Ustadz Maududi Abdullah, Lc (Bandung, 23 Desember 2012)

Read the rest of this entry

Ayah, Ibu… Biarkan Ananda Istiqomah

Penulis: Ummu Rumman
Muroja’ah: Ustadz Abu Salman

Duhai, betapa indahnya jika kita bisa membahagiakan orang tua kita. Orang tua yang telah membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Orang tua yang telah mendidik dan merawat kita sedari kecil. Orang tua yang telah mengerahkan segala yang mereka punya demi kebahagiaan kita, anak-anaknya. Terima kasihku yang tak terhingga untukmu wahai Ayah Ibu.
Allah berfirman, yang artinya, “Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya.” (Qs. Al Israa’ 23)

Alangkah bahagianya seorang anak yang bisa menjalankan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan mendapatkan dukungan dari orangtuanya.

Akan tetapi, bagaimana jika orang tua melarang kita melakukan kebaikan berupa ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya? Keistiqomahan kita, bahkan bagaikan api yang menyulut kemarahan mereka. Read the rest of this entry

I’rab Bismillahirrahmanirrahim

basmallah
الإعراب :

بسم : جار ومجرور متعلق بمحذوف خبر. والمبتدأ محذوف تقديره: ابتدائي

اللّه : لفظ الجلالة مضاف إليه مجرور وعلامة الجر الكسرة

الرحمن : نعت للفظ الجلالة تبعه في الجر

الرحيم : نعت ثان للفظ الجلالة تبعه في الجر

.

I’rab :

بسم       : Jar majrur, الباء huruf jar dan اسم majrur tanda i’rabnya kasrah, menjadi khabar dari mubtada yang dibuang . Taqdirannya ابتدائي yang sekaligus jadi muta’alaqnya huruf jer ba.

اللّه        : Lafdzul Jalalah menjadi mudhof ilaih, dijerkan dan tanda i’rab jernya adalah kasrah.

الرحمن  : Na’at awwal dari lafadz Jallalah, mengikuti lafadz اللّه   dalam i’rab jer, dan tanda i’rabnya adalah kasrah.

الرحيم   : Na’at tsani dari lafadz Jallalah, mengikuti lafadz اللّه   dalam i’rab jer, dan tanda i’rabnya adalah kasrah.

.
Sumber: http://nahwushorof-online.blogspot.com/2011/10/irab-bismillahirrahmanirrahim.html

Kajian Islam Kontemporer : “Ekonomi Islam Prinsip Dasar Meraih Ridho Allah dan Kesejahteraan Sosial” oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. (Bandung, 18 November 2012)

Read the rest of this entry

Kiat Menggapai Akhlak Mulia

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, para pengikutnya, segenap sahabatnya dan orang-orang yang setia kepadanya. Amma ba’du.

Sesungguhnya kemuliaan akhlak itu terwujud dengan memberikan apa yang dipunyai kepada orang lain, menahan diri sehingga tidak menyakiti, dan menghadapi gangguan atau tekanan dengan penuh kesabaran. Hal itu akan bisa digapai dengan membersihkan jiwa dari sifat-sifat rendah lagi tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Simpul kemuliaan akhlak itu adalah: kamu tetap menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberikan kebaikan kepada orang yang tidak mau berbuat baik kepadamu, dan memaafkan kesalahan orang lain yang menzalimi dirimu.

Akhlak yang mulia memiliki berbagai keutamaan. Ia merupakan bentuk pelaksanaan perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan kemuliaan akhlak seorang akan memperoleh ketinggian derajat. Dengan sebab kemuliaan akhlak pula berbagai problema akan menjadi mudah, aib-aib akan tertutupi dan hati manusia akan tunduk dan menyukai sang pemilik akhlak yang mulia ini. Dengan akhlak yang mulia juga, seorang akan terbebas dari pengaruh negatif tindakan jelek orang lain. Dia pandai menunaikan kewajibannya dan melengkapinya dengan hal-hal yang disunnahkan. Sebagaimana ia akan terjauhkan dari akibat buruk sikap tergesa-gesa dan serampangan. Dengan akhlak yang mulia pikiran akan tenteram dan kehidupan terasa nikmat. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: