Menunda menikah karena ingin hafalkan al-qur’an ?

OLYMPUS DIGITAL CAMERAAssalamu’alaikum. Ustadz, saya ingin sekali menikah tapi saya takut kalau sudah menikah hafalan al-Qur’an saya jadi ndak selesai. Karena akan disibukkan urusan rumah tangga. Dan apa salah apabila menunda pernikahan karena hanya ingin menikah dengan ikhwan salaf yang hafizh juga?

(Ukhti, bumi Allah)

 

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullah. Kami ikut bersyukur kepada Allah bila saudariku senang menghafalkan al-Qur’an. Karena al-Qur’an adalah kalamullah dan berpahala bagi yang membaca serta menghafalnya. Ia juga menjadi penyejuk jiwa, bahkan dapat memberi syafaat besok pada hari kiamat bagi yang membacanya, memahaminya, dan yang engamalkannya. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari 15/439)

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Bacalah al-qur’an, karena sesungguhnya ia aka datang pada hari kiamat menolong ahlinya (para pembacanya).” (HR. Muslim: 1337)

Dengan menghafal al-Qur’an serta memahami maknanya, tentu akan mempermudah mengamalkan yang wajib dan sunnah serta meninggalkan yang haram dan yang makruh.

Ukhti, menikah juga memiliki keutamaan yang tidak kalah pula pahalanya dengan menghafal al-Qur’an. Hal itu karena menikah merupakan kebutuhan pokok manusia, terutama bagi wanita, sangat dianjurkan agar segera menikah. Sebab, menikah lebih awal bagi wanita lebih bisa menjaga keselamatan agama dan kehormatan dirinya serta lebih jauh dari bahaya fitnah dan memfitnah. Apalagi bila melihat wanita pada zaman sekarang lebih banyak fitnahnya daripada zaman sebelumnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tiada aku tinggalkan suatu fitnah sesudahku yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada (godaan) wanita.” (HR. Muslim 5/1959)

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Maka takutlah fitnah dunia dan takutlah fitnah wanita, sesugguhnya fitnah pertama kali yang menimpa bani Isra’il adalah fitnah wanita.” (HR. Muslim 4/2089)

Begitulah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengingatkan kita akan bahaya wanita apabila tidak segera menikah. Boleh jadi akan memfitnah atau difitnh dan menjadi pikiran keluarga di rumah. Berbeda apabila dia sudah menikah. Karena dengan menikah, wanita akan disibukkan oleh pekerjaan rumah tangga dan lebih terjaga kehormatan diri dan agamanya, insya Allah.

Adapun menghafal al-Qur’an, insya Allah bisa dilanjutkan setelah menikah. Sekalipun waktunya agak disibukka dengan suami dan anak, tetapi pahalanya insya Allah lebih banyak juga. Karena apabila pernikahan ditunda, maka wanita yang lanjut usia biassanya akan terlambat pula mendapatkan jodoh. Sebab umumnya pria lebih suka menikah dengan wanita yang berusia muda daripada yang tua. Wallahu a’lam. (Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufran, Lc.)

(Majalah al-Mawaddah Vol. 65 Syawal 1434 H, hal. 5, Alamat Redaksi Ponpes al-Furqon al-Islami, Srowo – Sedayu – Gresik, Jawa Timur 61153, Telp. 081 3305 32666)

About sunnah lover

belajar menjadi pribadi yang shalihah..

Posted on November 15, 2013, in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: