Monthly Archives: September 2012

Jadwal Acara Radio Rodja (Update Jumadil Ula 1433H / April 2012)

Zoom: Klik gambar.

Save gambar: klik kanan pada gambar>>save link as..

Versi pdf: disini.

Untuk melakukan streaming, silahkan kunjungi http://www.radiorodja.com

Semoga bermanfaat…

Daurah Islam Ilmiyyah “BERSAMA RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM DI SURGA DENGAN AKHLAK YANG MULIA” Bersama Al Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc. (Bandung, 30 September 2012)

Read the rest of this entry

Mataku Tidak Bisa Terpejam Sebelum Engkau Ridha

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى

“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

Istri yang menginginkan hidup penuh dengan kebahagiaan bersama suaminya adalah istri yang tidak mudah marah. Dan niscaya dia pun akan meredam kemarahan dirinya dan kemarahan suaminya dengan cinta dan kasih sayang demi menggapai kebahagiaan surga. Ia tahu bahwa kemuliaan dan posisi seorang istri akan semakin mulia dengan ridha suami. Dan ketika sang istri tahu bahwa ridha suami adalah salah satu sebab untuk masuk ke dalam surga, niscaya dia akan berusaha menggapai ridha suaminya tersebut. Read the rest of this entry

Lafadz Ucapan Salam Ketika Tidak Ada Seorang pun Di Rumah

Syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Silsilah al-ahadits adh-Dho’ifah (13/409) berkata:

Al-Bukhori meriwayatkan dalam al-Adabul-Mufrod (no. 1055) dengan sanad hasan dari Ibnu Umar, ia berkata : Jika seseorang masuk rumah kosong, maka katakanlah:

السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين

“Assalaamu ‘alainaa wa ‘ala ibaadillaahis sholihiin”

”Semoga keselamatan tercurah atas kita dan atas hamba-hamba Alloh yang sholih”

Dan Ibnu Abi Syaibah meriwayatkannya pula (8/648/5886) dan dihasankan sanadnya oleh al-Hafidz dalam al-Fath (11/20).

Aku (al-Albani) katakan : maka dalam atsar ini terdapat syari’at untuk mengucapkan salam bagi siapa saja yang memasuki sebuah rumah yang di dalamnya tidak ada orangnya. Dan ini termasuk dalam menyebarkan salam yang diperintahkan dalam sebagian hadits shohih. Dan sebagaimana dhohir firman Alloh ta’ala :

فَإِذَادَخَلْتُمْ بُيُوتاً فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ

“Jika engkau memasuki rumah-rumah, maka ucapkanlah salam kepada diri-diri kalian” [QS an-Nur: 61]

Al-Hafidz berdalil dengan ayat ini dan juga atsar Ibnu Umar sebagaimana yang telah aku sebutkan. Kemudian ia berkata: “Maka disunnahkan jika tidak ada seseorang pun di dalam rumah,  untuk mengucapkan:

السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين.

“Assalaamu ‘alainaa wa ‘ala ibaadillaahis sholihiin”

”Semoga keselamatan tercurah atas kita dan atas hamba-hamba Alloh yang sholih”

***

Sumber : Silsilah al-ahadits adh-Dho’ifah (13/409)

dipublish ulang oleh sunnahlover.wordpress.com dari ummushofi.wordpress.com

%d bloggers like this: